Cara Hemat Biaya Operasional Perusahaan di Era Digital
Jul23

Cara Hemat Biaya Operasional Perusahaan di Era Digital

Era digital pada satu sisi memberikan banyak peluang dan disisi lain menghadirkan tantangan. Perusahaan di Indonesia tengah menghadapi daya beli yang menurun. Hal ini dapat dihadapi dengan cara hemat biaya operasional perusahaan sembari untuk mendongkrak penjualan melalui transformasi digital. Lantas, bagaimana cara hemat biaya operasional tersebut ?

Disaat daya beli sedang menurun, tentunya perusahaan akan berusaha menemukan cara hemat biaya operasional. Strategi pemangkasan biaya ini perlu strategi yang matang, sebab jika salah pangkas bisa jadi akan menyebabkan operasional menjadi tergoncang bahkan lumpuh sementara. Jika itu terjadi, maka biaya yang harus dikeluarkan jauh akan lebih mahal.

Cara Hemat Biaya Operasional Perusahaan Melalui Transformasi Digital.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, transformasi digital merupakan solusi untuk meningkatkan penjualan. Transformasi digital sebetulnya sangat berguna dalam cara hemat biaya operasional perusahaan. Disamping itu, transformasi digital juga menghadapi tantangan serangan cyber yang semakin meningkat, namun ini dapat diatasi dengan menggandeng mitra pengelolaan IT yang handal.

Berikut contoh penghematan biaya operasional yang dapat dihasilkan dari transformasi digital:

  • Sistem terpusat

    Ini artinya akan mempercepat proses monitoring dan pengambilan keputusan. Misal, dalam pengambilan data di ratusan cabang, biasanya harus mengirim e-mail, bahkan ada yang masih mengirim USB Flash Disk melalui jasa pengiriman. Dengan sistem terpusat, biaya semakin menurun, kecepatan semakin meningkat.

  • Hemat biaya kertas

    Transformasi digital juga memiliki arti paperless, artinya seluruh kegiatan operasional akan tercatat pada media digital. Ini akan mengurangi konsumsi kertas dan pencetakan di kantor. Terkadang hal seperti ini dapat mencapai 2-3% dari biaya operasional.

  • Hemat biaya internet

    Dengan transformasi digital, anda dapat memangkas kapasitas biaya MPLS yang berlebihan. Misal, anda memiliki kantor 20 tingkat. Tiap tingkat anda berikan layanan internet 10 Gbps, namun pada kenyataanya tingkat pemakaian rendah di beberapa tingkat. Dengan transformasi digital, anda dapat mengoptimalkan pemakaian bandwidth internet. Tentunya ini akan menghemat biaya operasional anda tiap bulan.

  • Hemat biaya pelanggan

    Apliksi mobile dapat mengurangi biaya pelanggan yang berkunjung ke tempat anda secara fisik. Sampai disini, kita dapat memahami bahwa transformasi digital merupakan cara hemat biaya operasional perusahaan sekaligus dapat meningkatkan layanan kepada para pelanggan. Hasilnya, selain biaya anda terpangkas, loyalitas pelanggan juga meningkat. Era digital sekarang ini adalah era millenial, hal ini semestinya sudah dipahami oleh seluruh pimpinan perusahaan di Indonesia.

  • Hemat biaya sewa tempat

    Tersedianya layanan secara online baik melalui website maupun aplikasi mobile, tentunya anda tidak perlu menebak lagi lokasi sewa tempat. Anda dapat menganalisa wilayah mana saja yang efektif untuk didirikan perwakilan atau cabang usaha. Dengan demikian, ini termasuk cara hemat biaya operasional perusahaan yang sangat penting.

  • Hemat biaya perjalanan dinas

    Bisnis yang memiliki ratusan cabang, akan memerlukan audit operasional, management dan keuangan setiap periode tertentu. Terutama jika ada masalah, manajer pusat juga harus turun langsung ke cabang untuk mengetahui kondisi. Tentunya ini akan menguras keuangan perusahaan. Dengan sistem terpusat, anda dapat menghemat biaya perjalanan dinas. Komunikasi, laporan operasional, kepatuhan dan laporan keuangan semua mengalir secara real time ke pusat. Sehingga bisnis di tiap cabang dapat lebih cepat dan mudah di ketahui kondisinya.

Terlambat Bertransformasi Digital Dapat Berakibat Fatal

Ini sudah terjadi di Indonesia. Pertama, Foodpanda yang harus hengkang dari Indonesia karena kalah cepat layanannya dengan Gofood dan GrabFood. Foodpanda yang merupakan layanan pesan antar makanan online, terlambat dalam mengadopsi model bisnis yang menggabungkan oder online makanan dengan pengantaran.

Konsep bisnis Gofood dan Grabfood, seharusnya dapat mereka ketahui sebagai faktor eksternal. Ini merupakan ancaman serius bagi usaha mereka. Foodpanda sebetulnya bisa bekerjasama dengan perusahaan jasa kurir seperti Ninja Courrier atau mengadakan sendiri armada kurir dengan sistem seperti gojek dan grabbike dengan memanfaatkan ojek tradisional.

Yang kedua, Seven Eleven Indonesia yang harus menutup bisnisnya pertengahan tahun 2017. Ini sangat kontras dengan Domino Pizza yang mengadakan transformasi digital. Kita bisa lihat orang duduk beralama-lama di seven eleven dan kita bisa bandingkan dengan banyak nya orang yang antri di kasir Domino Pizza sedangkan yang duduk sedikit.

Seven Eleven Indonesia bukannya tidak bertransformasi digital. Mereka telah implementasi transformasi digital di tahun 2016, bahkan tegolong canggih untuk sektor retail. Sistem mereka dapat menyarankan menu andalan di masing-masing wilayah. Namun, ini sudah agak terlambat. Transformasi digital juga memerlukan kerjasama dengan perusahaan digital lainnya. Kesuksesan bisnis dalam transormasi digital juga akan dipengaruhi dengan integrasi API dan kerjasama dengan pihak lainnya.

Seven Eleven Indonesia sebetulnya dapat bekerjasama dengan Gojek, Tokopedia, dan Grab untuk meningkatkan penjualan dan memudahkan para pelanggan. Ini dapat memangkas biaya operasional mereka seperti listrik dan biaya lainnya. Sebagaimana kita ketahui melalui media, Seven Eleven mengatakan bahwa bisnis mereka sudah tidak mampu lagi untuk menutup biaya operasional.

Cara Hemat Biaya Operasional Di Tiap Perusahaan Berbeda

Tentunya, cara hemat biaya operasional berbeda-beda di tiap perusahaan. Ini merupakan seni tersendiri. Namun satu yang harus dipahami oleh para pemilik perusahaan dan pimpinan perusahaan, bahwa bisnis mereka berjalan pada masa teknologi berkembang dengan cepat.

Untuk dapat melakukan transformasi digital, perusahaan keluarga / konvensional harus melakukan transformasi infrastruktur IT terlebih dahulu.

Oleh karena itu, perencanaan dan strategi cara hemat biaya operasional harus diselaraskan dengan visi dan misi perusahaan kedepan. Transformasi digital merupakan proses terus menerus, karena teknologi selalu berkembang dan semakin pesat.

Anda dapat menggandeng mitra konsultan IT yang berpengalaman mengiringi perusahaan konvensional dalam transformasi digital yang sukses. Mitra konsultan IT seperti itu merupakan tambang emas bagi perusahaan yang bertujuan untuk dapat terus mengembangkan bisnisnya.

Pilihannya saat ini adalah, lakukan transformasi digital dengan cepat dan tepat, atau bisnis anda lambat laun akan tergerus baik oleh para startup digital ataupun oleh biaya operasional yang semakin tidak sebanding dengan pendapatan.

Read More

Pin It on Pinterest