Pentingnya Memahami Tauhid Ulihiyah

Islam mengajarkan bahwa syirik adalah kezholiman yang terbesar. Lebih besar dari kezholiman oleh penguasa. Ini karena kedzholiman pada hakikatnya adalah:

  1. Menjadikan makhluk sebagai TUHAN.
  2. Menjadikan ALLAH bukan TUHAN.

Itulah inti syirik yang mana dilarang dalam ajaran Islam. Inilah kenapa Islam mengkelompokkan orang-orang tersebut sebagai kafir.

Tauhid Uluhiyah

Setelah memahami hakikat syirik, maka kita harus paham apa itu hakikat Tauhid Uluhiyah.

Tauhid Uluhiyah harus diawali dgn membersihkan syirik dan kemudian bersaksi bahwa Allah satu-satunya ilah yang benar adanya atau yang haq.

Konsekuensi dari ilah yang haq adalah, bahwa hanya kepada Allah lah kita memberikan:

  • penyembahan (ritual)
  • pengabdian
  • kepatuhan
  • rasa cinta

Dan puncak (hakikat) dari Tauhid Uluhiyah adalah TUNDUK (Aslam, Islam, Muslim). Ketundukan lahir batin. Secara fisik, mental, dan spiritual kepada Allah Ta’ala dan seluruh ajaranNya.

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

(Ingatlah) saat Rabb-nya berfirman kepadanya (Ibrahim) : ” ASLIM” (Dia) menjawab: “Aku TUNDUK (aslam) kpd TUHAN Seluruh Alam.”

(QS. Al-Baqarah 2:131)

Kata ASLAM secara hakikat adalah ketundukan yang sempurna. Ketundukan yang sempurna mencakup ketundukan secara:

  • fisik (jasadi)
  • mental (pikiran)
  • spiritual

Satu saja ada yang lewat, maka ia bisa disebut kafir.

Contoh: IBLIS

Adalah jin yang mencapai derajat ibadah ritual yang tinggi sehingga Allah pun berkenan untuk berdialog dengannya.

Tapi IBLIS gagal mencapai kesempurnaan tauhid uluhiyah karena ternyata IBLIS tidak memberikan ketundukan total saat diuji dengan perintah sujud di depan Adam. Seluruh amal ritualnya musnah, tidak berguna.

Fisik : tidak mau sujud Mental/pikiran -> merasa dirinya lebih benar dibanding Allah.

Contoh lain: Orang Munafik.

Fisik : taat ibadah secara fisik (sholat, puasa, dsb.) meski agak bermalas-malasan.

Mental/pikiran : menentang ayat-ayat Allah, yakin pada pikirannya sendiri.

Spiritual : keyakinan pada eksistensi Allah setengah-setengah.

Contoh : spiritualis Fisik : tdk beribadah atau beribadah dgn caranya sendiri. Mental/fikiran : menentang ayat-2 Allah, yakin pada pikiran sendiri Spiritual : yakin dgn eksistensi TUHAN

Ketundukan yg sempurna digambarkan sbb. :

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ 

Padahal mereka hanya diperintah untuk mengabdi kepada Allah dengan murni, sesuai tuntunan din dengan lurus…

(QS. Al-Bayyinah 98:5)

Allah ingin tunjukkan kepada para Malaikat dan juga Iblis, bahwa kelak akan ada makhluk (manusia) yang bahkan tidakpernah bertemu atau bercakap-cakap langsung dengan Allah, tapi sanggup untuk tunduk kepada Allah secara total. Dan Adam A.S. sebagai penghulu para manusia, layak mendapat penghormatan itu.

Dan hikmah itu benar adanya. Sejak Adam A.S. diciptakan, banyak sekali umat manusia yang telah tunduk sempurna kepada Allah mengikuti jejak Ibrahim A.S. dalam berbagai spektrum. Padahal mereka tidak pernah bertemu dengan Allah, tidak pernah bercakap-cakap langsung, bahkan tidak mendapat wahyu.

Views All Time
Views All Time
106
Views Today
Views Today
2
Grey Punch

Author: Grey Punch

Just as usual ..

Share This Post On

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pin It on Pinterest

Share This