Digital Marketing untuk Perusahaan B2B Caranya Gimana Ya?

Mungkin Anda bekerja sebagai General Manager ataupun Marketing di perusahaan yang menawarkan layanan ke perusahaan lainnya sedang berpikir cara melakukan digital marketing untuk perusahaan B2B. Kali ini saya akan berbagi cara terbaik dalam melakukan tersebut. Silahkan sediakan teh atau kopi dan sedikit cemilan untuk membaca tips digital marketing ini.

Cara Digital Marketing untuk Perusahaan B2B

Baiklah .. sebelumnya harus dipahami dulu bahwa perusahaan B2B berbeda dengan perusahaan retail. Oleh karena itu pendekatan pemasaran online untuk perusahaan B2B akan berbeda dengan perusahaan retail atau brand atau produk.

Perusahaan B2B merupakan perusahaan yang menjual produk atau layanan ke perusahaan lain, bukan ke individu. Ini artinya akan banyak tahap dalam pengambilan keputusan dari sisi calon pelanggan perusahaan B2B.

Digital marketing untuk perusahaan B2B dapat mempermudah proses pengambilan keputusan tersebut, sepanjang dapat meyakinkan para calon pengguna bahwa perusahaan Anda merupakan perusahaan yang tepat.

Dari sini kita dapat memahami bahwa kunci sukses digital marketing untuk perusahaan B2B terletak pada keberhasilan menanamkan kepercayaan dan keyakinan pada target market.

Lantas, bagaimana caranya untuk meyakinkan target market secara online? 

 

1. Buyer Persona

Kenali siapa pelanggan Anda. Ini merupakan aturan pemasaran dalam bisnis apapun, baik untuk retail maupun B2B. Buatlah daftar perusahaan yang menjadi target pemasaran Anda, lengkap dengan contact person mereka.

Usahakan mendapatkan e-mail dan nomor kontak para pengambil keputusan di perusahaan tersebut. Mereka biasanya: C-Level atau Direksi, Manajer. 

Misal, Anda menjual genset untuk pabrik, usahakan untuk mendapatkan e-mail dan nomor telepon manajer operasional, manajer keuangan dan manajer pembelian. Masing-masing target persona tersebut dapat Anda pengaruhi dengan konten di website perusahaan Anda yang disebarkan melalui sosmed atau iklan berbayar.

 

2. Miliki Website

Untuk dapat meyakinkan para calon pelanggan yang rata-rata merupakan executive secara online, tentu tidak mungkin menggunakan website gratisan seperti blogspot, wordpress, ataupun wix.

Perusahaan Anda harus memiliki website yang elegan, mobile responsive, aman dengan SSL, dan cepat di akses. Selain itu, website harus SEO friendly dan ini artinya Anda akan memerlukan bantuan profesional dari konsultan digital marketing yang telah berpengalaman terutama dalam bidang B2B.

Website selain berguna untuk menjaga kredibilitas perusahaan, juga akan berisi konten yang berisi pemikiran dan informasi seputar produk dan layanan yang akan Anda pasarkan.

Content marketing merupakan inti dari kegiatan digital marketing untuk perusahaan B2B.

Selain itu, website perusahaan dapat berguna untuk menampung prospek secara online. Target buyer Anda akan menempatkan pertanyaan sebelum membeli dari Anda, dan mereka lebih nyaman bertanya via online contact form.

3. Rancanglah Strategi Digital Marketing

Digital marketing harus menggunakan strategi inbound marketing dan ini lebih khususnya untuk pemasaran B2B. Anda dapat melampaui perusahaan-perusahaan lain jika memiliki strategi digital marketing, karena di Indonesia masih banyak perusahaan yang hadir di jalur digital namun tanpa memiliki strategi yang jelas. Ini merupakan kesesatan dalam pemasaran digital yang wajib Anda hindari jika ingin sukses.

Untuk dapat memiliki strategi, awalnya Anda harus menetapkan tujuan yang jelas.

Pertanyaan di bawah ini mungkin dapat bermanfaat:

  • Kenapa Anda melakukan digital marketing?
  • Target Anda Siapa?
  • Apakah Anda ingin menyampaikan brand perusahaan Anda saja? 
  • Anda ingin lebih banyak pengunjung website? 
  • Atau Anda ingin mendapatkan prospek secara online ? 

Ingatlah, digital marketing bukanlah hard selling akan tetapi Anda harus dapat memupuk kepercayaan dan meningkatkan keyakinan kepada calon pelanggan. Ya, Anda harus meng-edukasi para calon pelanggan. Tidak ada cara lain.

Oleh karena itu, strategi digital marketing akan memiliki tahapan-tahapan. Setiap tahapan akan menjadi patokan pengukuran untuk upaya selanjutnya.

4. Susun Rencana Pembuatan Konten

Dalam memasarkan produk dan layanan ke perusahaan lain, Anda tidak bisa melakukan hard-sale. Bahkan kini untuk perusahaan retail, mereka harus melakukan soft-selling. Hal ini karena konsumen online tidak akan langsung membeli suatu produk atau layanan begitu mereka mendapat informasi pertama kali. Mereka akan cek-re-check secara online.

Oleh karena itu, pemasaran melalui mesin pencari sangat penting untuk perusahaan B2B. Dan ini dapat dicapai dengan membuat konten secara konsisten. Konten tersebut harus merupakan konte original, relevan, dan di optimasi untuk mesin pencari.

Susunlah topik yang akan Anda angkat untuk meyakinkan calon pembeli. Anda dapat menargetkan konten baik untuk direktur operasional, manajer pembelian, dan direktur keuangan. Gunakanlah topik yang benar-benar akan menarik minat mereka untuk membaca.

Saran: Jangan gunakan jasa artikel untuk membuat konten, ini dapat membuang-buang waktu dan tenaga Anda walau biayanya tidak seberapa. Anda harus mencari perusahaan digital marketing yang memang secrara khusus melayani jasa pemasaran konten. Mereka akan membuatkan konten yang dapat menjadikan perusahaan Anda sebagai pemimpin dalam pemikiran profesional di Industri Anda.

Buatlah konten luxury yang membuat target persona Anda senang untuk kembali lagi ke website Anda untuk artikel-artikel berikutnya.

5. Distribusi Konten

Dalam digital marketing untuk perusahaan B2B, kita tidak bisa seperti rambo ngamuk yang menyebarkan peluru ke segala penjuru. Anda harus mengetahui saluran yang tepat untuk distribusi konten yang telah dibuat.

Anda dapat menggunakan media sosial seperti Twitter dan LinkedIn untuk memasarkan produk dan layanan B2B. Memang, Anda harus hadir jugadi Facebook dan Instagram, akan tetapi target pemasaran B2B secara khusus lebih banyak berada pada 2 media sosial tersebut, LinkedIn dan Twitter.

  • Buatlah halaman perusahaan di LinkedIn.
  • Bagikan konten website Anda ke LinkedIn dan Twitter (boleh juga ke FB dan Instagram).
  • Beriklanlah di LinkedIn dengan menargetkan posisi jabatan tertentu dan jenis perusahaan tertentu yang merupakan target market Anda.
  • Gunakan info grafis dan statistik serta sumber-sumber pendukung (walau ini sudah ada di dalam konten di website Anda).

Ya, hanya sesederhana itu dalam distribusi konten secara strategis untuk bisnis B2B. Pertanyaannya adalah, maukah Anda melakukannya secara konsisten ? Bersediakah Anda mengeluarkan biaya untuk Iklan di LinkedIn? 

 

6. Miliki Pengukuran

Sekali lagi, jangan seperti Rambo ngamuk yang gak jelas juntrungannya kata orang Betawi. Oleh karena itu, Anda harus memiliki pengukuran dari setiap aktivitas digital marketing. 

Gunakan Google Analytics untuk mengukur efektivitas content, distribusi dan iklan berbayar. Berdasar visibilitas tersebut, Anda dapat menemukan:

  • konten apa yang paling banyak diminati,
  • konten yang paling efektif dalam mendatangkan prospek (konversi),
  • saluran medsos mana yang paling banyak memberikan pengunjung ke website perusahaan Anda, dan sebagainya.

Berdasarkan temuan tersebut, Anda dapat menguatkan upaya digital marketing agar semakin efektif menghasilkan prospek, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan Anda.

 

Konsisten dan Realistis

Berdasar pengalaman kami dan pendapat dari beberapa ahli di belahan dunia lainya, digital marketing untuk perusahaan B2B membutuhkan waktu sekitar 1.5 tahun  sampai 2 tahun untuk dapat melihat dampaknya.

Ini artinya, Anda harus konsisten terus menerus melakukan kegiatan digital marketing. Sebab, di luar sana, tidak hanya perusahaan Anda sendiri yang melakukan digital marketing. Masalahnya, siapa yang lebih konsisten dan tahan lama, mereka yang berpotensi menjadi pemenang di pasar.

Kemudian mengenai biaya, berdasar pengalaman kami dan juga penelitian dari pakar-pakar digital marketing di dunia, bahwa biaya mendapatkan prospek secara online berkisar antara Rp. 1 juta sampai Rp. 1.5 juta per prospek. Saya pernah melakukan digital marketing untuk perusahaan B2B, sebulan mendapatkan 10 – 12 prospek, dan menerima bayaran Rp. 15 juta per bulan.

Demikian menurut para peneliti di bidang digital marketing, iklan di Google maupun di LinkedIn akan menghabiskan sekitar USD 100 per prospek.

Disamping itu, Perusahaan Anda harus memahami biaya digital marketing yang realistis. Ada penelitian yang mengukur biaya digital marketing rata-rata di seluruh Industri adalah sebesar 5% sampai 10% dari total pendapatan perusahaan.

Ya, kunci sukses terakhir dalam melakukan digital marketing untuk perusahaan B2B adalah konsisten dan realistis. Tanpa konsistensi, perusahaan lain akan mengambil tempat. Tanpa realistis, Anda akan membuang-buang waktu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda yang sedang mencari cara untuk memasarkan produk dan layanan ke perusahaan lainnya di Indonesia. Terimakasih telah membaca konten marketing singkat ini, nantikan artikel selanjutnya.

Views All Time
Views All Time
27
Views Today
Views Today
1
Rachmad Igen

Author: Rachmad Igen

Blogger, Social Media Marketing, Search Engine Marketing. Chartered Certified Digital Marketing Consultant.

Share This Post On

Trackbacks/Pingbacks

  1. Jasa Digital Marketing di Jakarta Semakin Banyak Peminat – Konsultan IT Indonesia - […] Lantaran creative agency, agen periklanan dan EO ‘malu-malu kucing‘ menyatakan diri sebagai konsultan maka mereka membuat saru menjadi “DIGITAL…

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pin It on Pinterest

Share This