Akun Resmi Nge-Hoax? Kepercayaan Pemirsa Online Runtuh!

Seperti yang kita bisa lihat kemarin, adanya dugaan akun resmi nge-hoax (TMC Polda Metro Jaya) mengenai 5 mobil ambulan Pemprov DKI yang dikatakan dalam Video memasok batu dan bom molotov ke pelajar yang demo di sekitaran gedung DPR MPR-RI. Ini dapat mengakibatkan runtuhnya kepercayaan pemirsa online.

Akun Resmi TMC Polda Metro Jaya di Duga Menyebarkan Hoax

Pada dini hari sekitar jam 1 pagi, beberapa 2 akun anonim dan 1 akun influencer (yang websitenya di hack), serta 1 akun resmi pemerintah – NTMC Polda Metro Jaya menyebarkan sebuah video.

Pada video tersebut ada suara yang menyatakan bahwa mobil ambulance yang mereka periksa adalah pemasok batu untuk adik-adik pelajar yang melakukan demonstrasi hingga tengah malam (25 September 2019).

Akan tetapi memang ada keanehan, selain tidak adanya penampakan batu dan molotov yang seperti yang dikatakan pada video tersebut, juga waktu penyebaran yang di dahului oleh akun-akun anonim yang tidak jelas siapa mereka.

Secara logika, jika informasi tersebut akurat, maka seharusnya akun resmi NTMC Polda Metro Jaya yang paling dulu menyebarkan informasi tersebut. Beda penyebaran ini sekitar 2 jam, setelah di cuitkan oleh 2 akun anonim

Kemudian, beberapa netizen mulai melakukan penelusuran seperti sebagai berikut:

Dan setelah itu, akun resmi TMC Polda Metro Jaya menghapus cuitan tersebut. Namun, apa daya, terlalu banyak netizen yang sudah merekam jejak digital tersebut. Dan berita mengenai dugaan kasus hoax ambulance ini sudah dimuat di kumparan dan beberapa media lainnya.

Ternyata, pihak yang berada di ambulance tersebut melakukan konfirmasi atas kejadian tersebut.

Hoax memang bisa menimpa siapa saja, jangankan sebagai personal yang dapat dijerat UU ITE, apalagi sebuah akun resmi yang mewakili pemerintahan. Tentu hal semacam ini dapat menurunkan kepercayaan pemirsa online.

Lantas, apa saja dampaknya? dan bagaimana cara mengatasinya serta cara mencegahnya di kemudian hari?

Dampak Menurunnya Kepercayaan Pemirsa Online

Hal ini perlu kami jelaskan agar supaya para pengambil keputusan dapat memahami bahaya dari menurunnya kepercayaan pemirsa online terhadap akun resmi pemerintahan.

Indonesia memiliki ratusan juta pengguna internet, dan sebagian besar aktif di media sosial.

Source: StatCounter Global Stats – Social Media Market Share

Tentunya, dengan menurunnya kepercayaan pemirsa online maka dapat menghambat kinerja institusi dan memperburuk citra pemerintahan.

Berikut beberapa dampak akibat menurunnya kepercayaan pemirsa online yang perlu diketahui bersama:

  • Jangkauan penyebaran informasi akan menurun.
  • Makin banyak kritikan pada komentar di setiap postingan, dan ini akan sebabkan kepercayaan pemirsa online semakin merosot.
  • Menurunnya aktivitas online yang diharapkan dari upaya penyebaran informasi di sosial media.
  • Memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat.
  • Berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan seluruh pihak terhadap pemerintah.
  • Merusak citra institusi dan pemerintah.
  • Sentimen negatif akan meningkat.
  • Kedekatan dengan masyarakat semakin berkurang, bahkan dapat menjadi ‘public enemy’, jangan sampai ini terjadi!.

Akun media sosial sangat bermanfaat untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dalam masing-masing urusan.

Oleh karena itu, sebaiknya hal tersebut harus dapat dicegah sedapat mungkin. Dengan memahami bagaimana pemasaran digital bekerja pada setiap personal yang memegang akun resmi pemerintahan dapat menekan risiko terjadinya hal seperti di atas.

Media sosial adalah komunikasi dua arah, oleh karena itu harus dikelola secara tulus dan profesional, tidak bisa memuat informasi yang tidak akurat.

Lantas, bagaimana cara memperbaiki reputasi online yang sudah kadung rusak?

Cara Memperbaiki Reputasi Online

Berikut cara untuk memperbaiki reputasi online yang sudah terlanjur rusak.

  1. Ketulusan itu penting

    Prinsip pemasaran di media sosial adalah ketulusan, inilah awalnya kenapa influencer marketing hadir. Oleh karena itu, jika kita telah melakukan kesalahan, segeralah minta maaf. Arogansi tidak akan membantu Anda dalam memperbaiki reputasi online.

  2. Teliti ulang kompetensi operator akun

    Para stake holder harus segera menilai ulang kompetensi operator akun atau admin akun. Jika ini di outsource ke vendor, maka tanyakan sertifikasi mereka dalam bidang pemasaran digital yang diakui secara internasional. Jika tidak ada, maka sebaiknya Anda mencari vendor lainnya, ketimbang memlihara potensi risiko yang berbahaya.
    Ingatlah, tanpa kompetensi tidak akan ada strategi dan prinsip, sehingga hal tersebut dapa terulang lagi di kemudian hari.

  3. Berkomunikasi lebih intensif

    Lakukan keterlibatan dengan para pemirsa. Selain menyampaikan pernyataan maaf, mulai lah untuk memberikan manfaat. Berikan mereka pengakuan dan penghargaan seperti dengan kata-kata “Terimakasih”.

    Ingatlah, Arogansi tidak akan dapat membantu meningkatkan kepercayaan pemirsa online. Bahkan akun selebritis sekalipun akan menuai sentimen negatif jika terlihat angkuh.

  4. Dapatkan dukungan

    Untuk sementara, antara 1 – 3 bulan, mintalah dukungan untuk menyebarkan informasi yang Anda sampaikan melalui akun-akun resmi lainnya.

    Ingat, jangan gunakan influencer apalagi akun anonim, ini dapat memperparah reputasi online akun resmi pemerintahan.

  5. Lakukan pengawasan

    Secara konsisten, lakukan pengawasan terhadap akun yang mengalami penurunan reputasi online. Gunakan insight yang disediakan oleh masing-masin platform media sosial.

    Tetaplah berfokus pada cara untuk memperbaiki reputasi online agar kepercayaan pemirsa online terhadap akun resmi tersebut dapat pulih kembali.

Inilah memang wajah digital marketing di Indonesia secara umum, masih banyak cara-cara instan yang “di injeksi” pada aktivitas online. Seharusnya, tetap konsisten pada prinsip ber-sosial yang baik, jujur, bermanfaat, dan akurat, alias otentik.

Untuk menjadi catatan

Penggunaan buzzer yang tidak mengerti pemasaran digital dapat mengakibatkan kerugian pada pemerintah, bahkan semakin meningkatkan tensi di tengah masyarakat. Tentunya, ini tidak efisien dan berbahaya, tidak bisa dianggap remeh.

Hal tersebut merupakan prinsip dasar dalam pemasaran digital, dimana media sosial merupakan salah satu elemennya yang harus dikelola dari waktu ke waktu untuk lebih dekat pada masyarakat.

Media sosial pemerintahan milik kita semua, banyak manfaat yang dapat diberikan baik kepada masyarakat maupun ke instansi itu sendiri. Maka sudah seharusnya akun media sosial kita jaga bersama-sama.

Ingat.. akun media sosial yang mewakili pemerintah adalah milik masyarakat Indonesia, bukan milik bapak moyang mu!.

#janganegois

Update Terakhir:

Tanggal 26 September, masih di hari yang sama, sekitar jam 3 sore, masalah ini telah di klarifikasi oleh Mabes POLRI, mengenai adanya kekeliruan informasi seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia.

Ini merupakan langkah bagus, namun belum mencapai 1 point di atas sama sekali, sebab belum ada pernyataan maaf. Ini akan kami update lagi selanjuntya.

Sementara itu, mulai beredar sentimen-sentimen negatif di setiap postingan TMC Polda Metro Jaya, dan juga mems #ManaBatunya seperti di bawah ini:

Semoga pihak Mabes POLRI dapat lebih memonitor kegiatan di akun media sosial NTMC POLDA Metro Jaya.

Views All Time
Views All Time
18
Views Today
Views Today
1
Rachmad Igen

Author: Rachmad Igen

Blogger, Social Media Marketing, Search Engine Marketing. Chartered Certified Digital Marketing Consultant.

Share This Post On

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pin It on Pinterest

Share This