7 “Dosa Besar” Dalam Digital Marketing Yang Perlu Diketahui

Terkadang, banyak bisnis mengeluarkan anggaran iklan digital tanpa mempersiapkan fondasi digital marketing. Hal seperti ini sangat umum dan masih sering terjadi di Indonesia. Berikut kami sajikan kesalahan dalam melakukan digital marketing yang masih banyak terjadi, serta solusinya.

 

Anda Dapat Hindari Beberapa Kesalahan Fatal Dalam Melakukan Digital Marketing

1. Beriklan sebelum memiliki fondasi

Setiap perusahaan di luar sana tampaknya mempekerjakan seorang manajer PPC dan mulai mengeluarkan anggaran biaya iklan ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Sayangnya, hal tersebut dilakukan sebelum situs web mereka dioptimalkan, UX mereka diperbarui, dan strategi konten belum kuat.

Bahkan ada situs web tanpa https, situs web yang tidak ditampilkan di seluler, dan situs web tanpa halaman arahan yang tepat, yang diiklankan dengan anggaran besar. Hal ini hanya akan membuat frustrasi, dan ini merupakan kesalahan dalam melakukan digital marketing yang paling umum.

Solusinya

  • Anda harus selalu mulai dengan SEO on-site. Memperbaiki seluruh meta pada tiap halaman yang perlu di indeks oleh mesin pencari. Membuat konten untuk inbound marketing yang dapat “mengikat” perhatian pemirsa dan mendorong pengambilan keputusan. Dalam hal inbound marketing, silahkan baca juga mengenai beberapa kesalahan dalam konsep inbound marketing yang perlu anda ketahui.
  • Website juga perlu diperbaiki, terutama untuk tampilan pada ponsel. Pertama, kita dapat melihat ke dalam Google Analytics berapa “bounce rate” untuk orang-orang yang akses ke website kita menggunakan tipe atau merk ponsel tertentu. Kemudian, kita dapat gunakan alat “Web Mobile Look” untuk mencari apa sebabnya mereka hanya melihat 1 halaman website kita dan kemudian menutup layar mobile browser mereka.
  • Perhatikan kecepatan loading setiap halaman website anda, terutama yang akan di iklankan (landing pages). Pengguna mobile umumnya akan membatalkan membuka website yang lamanya lebih dari 7 detik.

Tujuan memperbaiki kesalahan digital marketing tersebut adalah agar program pemasaran menjadi efektif. Program pemasaran yang efektif adalah yang dapat meningkatkan penjualan dan mendukung pertumbuhan usaha.

Oleh karena itu, fondasi dasar harus di siapkan sebelum memulai beriklan, apalagi jika perusahaan Anda tergolong memiliki anggaran belanja iklan milyaran rupiah.

jasa manajemen website

2. Pemasaran digital tanpa strategi

Semua orang dapat memposting barang secara online. Sebuah posting di sini, video di sana, wawancara yang difilmkan dengan baik … tetapi tanpa corong (Funnel), ajakan bertindak, strategi di belakangnya, semua pekerjaan itu hanya sia-sia.

Pada akhir kuartal, bos Anda akan meminta Anda untuk membenarkan semua waktu dan uang yang dihabiskan dan Anda tidak akan tahu harus berkata apa.┬áTahapan inbound marketing dapat menjadi tolak ukur kinerja digital marketing (Digital Marketing KPI’s).

Melakukan pemasaran digital, terutama pemasaran media sosial, tanpa strategi yang jelas dan hasil yang terukur hanyalah buang-buang waktu.

Solusinya

Menerapkan strategi bukanlah ilmu roket; Anda hanya perlu menjawab pertanyaan sederhana:

  • apa tujuannya?
  • Apa yang kita ingin orang lakukan ketika mereka membuka website kita?
  • Setelah kita kumpulkan data, apa yang ingin kita lakukan dengan data itu?

Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini, silahkan lihat artikel mengenai penjelasan Strategi Pemasaran Digital.

3. Membuat konten yang kurang berkualitas

Pemasaran konten adalah tentang menawarkan nilai kepada pelanggan. Jadi berhenti berbagi spesifikasi produk Anda di LinkedIn. Tugas Anda sebagai pemasar konten bukan untuk memposting iklan tiga kali sehari di setiap platform; Tugas Anda adalah terlibat dengan pelanggan.

Ada alasan mengapa Facebook memiliki algoritma yang menghukum konten gaya iklan, dan ada alasan bahwa jangkauan organik di Facebook telah turun menjadi sekitar 2%. Alasannya adalah bahwa terlalu banyak pemasar menghasilkan spam yang tidak berguna daripada konten informatif yang berharga.

Solusi Untuk Perbaiki Kualitas Konten

Gunakan strategi inbound marketing pada setiap konten untuk keseluruhan program digital marketing. Ini harus di rencanakan secara terstruktur. Rencanakan dengan baik dari tahap Awareness, hingga tahap Call to Action atau konversi.

Berikut kriteria kualitas konten:

  • Tema menarik, dan tentunya harus sesuai dengan bisnis anda.
  • Pelajari kata kunci yang tepat untuk konten anda.
  • Gunakan praktik terbaik untuk onsite SEO pada setiap konten yang anda buat.
  • Tampilan menarik, gunakan tampilan yang dinamis dengan layout yang bagus.
  • Buatlah konten anda bermanfaat untuk target audiens anda.
  • Berikan grafis yang menarik dan memudahkan pembaca dalam mengartikan konten tersebut.
  • Berikan video untuk menguatkan penjelasan di konten anda, ini dapat dipakai untuk menarik minat hingga mendorong keputusan membeli.
  • Miliki tombol share ke sosial media.
  • Buatlah internal linking dan outbound link ke situs yang bonafid.
  • Buatlah konten dengan minimal 1000 kata dan gunakan modul tabbed content atau accordion (seperti artikel ini).

Kenapa konten harus minimal 1000 kata ? ini karena setiap hari ada konten baru, dan kemungkinan membahas atau menargetkan kata kunci yang sama. Mesin pencari akan meprioritaskan konten yang original dan lebih memberikan manfaat bagi para pengguna mesin pencari.

4. Membuat kesimpulan tanpa dasar analitik

Ini cukup fatal. Seorang digital marketer harus memiliki kemampuan dalam menggunakan peralatan analitik untuk dapat mengukur kinerja dan memperbaiki strategi dari waktu ke waktu.

 

5. Spamming orang-orang di alat messenger

Mayoritas orang menggunakan alat pengiriman pesan seperti Whatsapp, Facebook Messenger, atau Line, untuk tujuan yang dimaksudkan: pesan pribadi.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, kami melihat peningkatan besar-besaran spam perusahaan melalui akun perpesanan pribadi.

Spammer merusak seluruh pengalaman digital untuk semua orang. Spamming merupakan salah satu kesalahan digital marketing yang paling fatal. Spamming orang, secara umum, selalu merupakan ide yang buruk. Bahkan, walaupun mereka minta anda tambahkan nomornya ke group, tetap saja spamming bukan ide yang baik.

Demikian halnya dengan “Cold Sales” tanpa diminta. Era tele marketing bukannya sudah punah, akan tetapi sekarang ini orang hampir tidak bersedia menghabiskan waktu untuk mendengar penjelasan produk atau layanan via telepon. Ketika ada orang menelpon saya untuk tawarkan produk ini dan itu, saya biasanya mengatakan “tolong kirim ke e-mail saya saja ya”. Bagaimana dengan anda ?

Pemasaran digital adalah tentang kepercayaan.

Orang-orang mengikuti Anda atau halaman Anda karena mereka memperoleh nilai dari hubungan dan mempercayai saran Anda atau menyukai konten Anda. Mereka mempercayaimu. Jika Anda melanggar kepercayaan itu dengan menyinggung mereka dengan spam, Anda bukan pemasar yang baik.

6. Menjiplak konten orang lain

Saya tidak mengatakan Anda tidak dapat menggunakan konten orang lain. Misal penggunaan gambar, kita bisa memakai gambar yang tersedia di website yang memang diperbolehkan. Anda dapat cari di situs Pixabay dan Pexels.

Jika anda ingin menggunakan konten dari situs lain, buatlah tautan kembali ke situs tersebut. Hal ini selain memenuhi standar SEO Onsite, juga dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung website Anda.

Anda dapat memanfaatkan kekuatan konten yang dibuat pengguna, tidak mencuri barang Anda tanpa bertanya.

Para Pemasar Digital harus menyadari bahwa alasan utama mengapa menjiplak konten bulat-bulat merupakan hal yang buruk. Google dan algoritma Facebook sudah sangat pintar, mereka tahu kapan dan di mana konten dan gambar muncul pertama dan oleh siapa itu diposting. Jika mereka menemui konten anda adalah plagiat, maka prioritas indeksasi di mesin pencari akan menurun.

Posting silang, posting tamu, berbagi konten orang lain tidak apa-apa – tetapi itu tidak dapat menjadi andalan dari strategi digital Anda. Kami masih sering melihat kesalahan digital marketing yang dapat mengakibatkan website terkena pinalty oleh Google.

Bahkan, ada sebuah perusahaan jasa digital marketing yang masih hobby menjiplak konten kami dari salah satu Owned Media kami. Hal tersebut tidak menguntungkan mereka, kecuali hanya dapat ditampilkan sebagai “alat presentasi” ke client mereka, untuk mencitrakan betapa mereka menguasai digital marketing.

7. Mengabaikan pemirsa

Saya mengerti, kita semua sibuk. Saya tidak punya waktu untuk menanggapi setiap komentar di Facebook dan LinkedIn. Otomatisasi merupakan solusi yang paling masuk akal dan cukup bagus. Tetapi jika Anda terus mengabaikan audiens Anda, Anda akan kalah.

Facebook menyukai halaman yang merespon pesan dalam beberapa jam. Karena semua platform utama mencoba memerangi bot, spam, dan otomatisasi, ini akan menjadi lebih nyata. Salah satu klien kami menyiapkan dukungan pelanggan di Twitter. Mereka memeriksa pesan (paling banyak!) Sekali seminggu. Anda tahu: jika Anda tidak memiliki sumber daya maka jangan repot-repot. Lebih baik tidak menawarkan saluran daripada membangun satu lalu mengabaikannya. Anda hanya akan mengabaikan pelanggan potensial Anda.

Jawab pertanyaan yang diposting di halaman Facebook Anda! Tidak ada yang lebih buruk daripada halaman penuh dengan pelanggan akan tetapi mereka di abaikan. Itu sangat jelas, tetapi bahkan merek terbesar pun membuat kesalahan ini. Terlibat berarti menjawab keluhan, bukan menghapusnya. Ini berarti merespon dengan cara yang berarti, tidak melakukan spam dengan bot otomatis.

Jika Anda tidak memiliki sumber daya untuk menciptakan pengalaman positif bagi orang yang mengikuti halaman Anda, maka jangan buat halaman facebook. Konsumen mengharapkan dapat respon cepat di saluran sosial media suatu merk. Jika Anda benar-benar tidak responsif, mereka akan merasa terganggu dan berhenti mengikuti Anda.

Sebagai pemasar, keterlibatan pelanggan sebetulnya yang dicari. Dengan berinteraksi, loyalitas dan retensi dapat diraih dan akhirnya, dapat mempengaruhi keputusan membeli.

Digital marketing merupakan upaya yang perlu dilakukan terus menerus. Oleh karena itu, harus memiliki strategi dan pengukuran yang jelas. Jika bisnis anda tidak melakukan ini, maka pesaing anda yang akan melakukannya dan mulai menggerus brand dan “kue” penjualan anda dari waktu ke waktu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda dan bisnis anda.. terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca secara menyeluruh.

Views All Time
Views All Time
187
Views Today
Views Today
3
Rachmad Igen

Author: Rachmad Igen

Blogger, Social Media Marketing, Search Engine Marketing. I'm a Certified Digital Marketing Consultant.

Share This Post On

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pin It on Pinterest

Share This